Apa Itu Serverless Computing dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Teknologi serverless computing semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan perusahaan yang ingin mengurangi kompleksitas infrastruktur dan fokus pada pengembangan aplikasi. Tetapi, meskipun nama “serverless” terdengar seperti tanpa server, sebenarnya server tetap ada, hanya saja cara kerjanya berbeda dengan sistem tradisional.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang apa itu serverless computing, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja manfaat serta tantangannya.

Apa Itu Serverless Computing?

Severless Architecture

Serverless computing adalah model komputasi cloud yang memungkinkan developer untuk membangun dan menjalankan aplikasi tanpa perlu mengelola server secara langsung. Dalam model ini, penyedia cloud mengelola semua sumber daya server yang dibutuhkan, sementara developer hanya fokus pada penulisan kode aplikasi.

Dengan kata lain, serverless computing memungkinkan developer untuk mengembangkan aplikasi tanpa harus khawatir tentang infrastruktur yang mendasarinya. Penyedia layanan cloud seperti AWS (Amazon Web Services), Azure, Google Cloud, dan Tencent Cloud menyediakan platform untuk menjalankan kode aplikasi tanpa perlu mengonfigurasi atau mengelola server.

Bagaimana Cara Kerja Serverless Computing?

Pada dasarnya, serverless computing bekerja dengan memanfaatkan platform cloud untuk menjalankan kode aplikasi dalam skala besar, tanpa perlu mengatur server secara manual. Berikut adalah beberapa elemen kunci yang menjelaskan bagaimana serverless computing bekerja:

  1. Fungsi Sebagai Layanan (FaaS) 
    Salah satu komponen utama dari serverless computing adalah Function-as-a-Service (FaaS). Dengan FaaS, developer menulis fungsi atau potongan kode kecil yang menjalankan tugas tertentu. Fungsi ini kemudian dijalankan oleh penyedia cloud dalam respons terhadap peristiwa atau event tertentu, seperti permintaan HTTP, perubahan data di database, atau pengunggahan file.
  1. Manajemen Infrastruktur oleh Penyedia Cloud 
    Dalam model serverless, penyedia cloud bertanggung jawab atas semua infrastruktur yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi. Ini termasuk pemeliharaan server, skalabilitas, dan pengelolaan kapasitas. Developer tidak perlu khawatir tentang kapasitas server atau penyesuaian dengan lonjakan permintaan—semua itu dikelola otomatis oleh penyedia cloud.
  1. Pembayaran Berdasarkan Penggunaan (Pay-as-you-go) 
    Salah satu keuntungan utama dari serverless computing adalah model pembayarannya yang berbasis penggunaan. Artinya, Anda hanya membayar untuk waktu komputasi yang digunakan oleh fungsi Anda. Tidak ada biaya tetap untuk server yang tidak digunakan, yang dapat menghemat biaya secara signifikan, terutama untuk aplikasi yang memiliki trafik tidak menentu atau rendah. 
  1. Skalabilitas Otomatis 
    Serverless computing menawarkan skalabilitas otomatis. Ketika permintaan untuk aplikasi meningkat, penyedia cloud akan menyesuaikan kapasitas komputasi untuk menangani lebih banyak trafik. Sebaliknya, ketika permintaan menurun, kapasitas akan berkurang otomatis, sehingga Anda hanya membayar sesuai dengan kebutuhan aktual.

Keuntungan Menggunakan Serverless Computing

Meskipun istilah “serverless” mungkin terdengar membingungkan, karena server tetap digunakan di latar belakang, keuntungan dari serverless computing sangat signifikan bagi banyak bisnis dan pengembang.  Berikut adalah beberapa keuntungan utama dari penggunaan serverless computing:

  1. Penghematan Biaya 
    Salah satu keuntungan terbesar dari serverless computing adalah penghematan biaya. Karena  pembayaran hanya berdasarkan waktu komputasi yang digunakan, Anda tidak perlu membayar  untuk kapasitas server yang tidak digunakan. Ini sangat menguntungkan bagi aplikasi dengan trafik  yang fluktuatif atau tidak menentu. 
  1. Fokus pada Pengembangan Aplikasi 
    Dengan menghilangkan kebutuhan untuk mengelola server dan infrastruktur, developer bisa lebih fokus pada pengembangan aplikasi itu sendiri. Mereka bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk menulis kode dan menambahkan fitur, daripada mengurus pemeliharaan server, pembaruan,  atau skalabilitas. 
  1. Skalabilitas Otomatis dan Global  
    Kemampuan Severless untuk memberikan skalabilitas global dan skalabilitas otomatis secara efektif. Dengan menggunakan serverless computing, aplikasi dapat dijalankan dan diskalakan di seluruh dunia tanpa membutuhkan pengaturan infrastruktur lokal yang rumit. Penyedia cloud memungkinkan aplikasi beroperasi di berbagai lokasi geografis, memberikan fleksibilitas dan kemampuan untuk mengakses pasar global dengan mudah.
  1. Waktu Pengembangan yang Lebih Cepat 
    Serverless computing memungkinkan developer  untuk membangun dan mengimplementasikan aplikasi lebih cepat. Dengan model ini, proses pengembangan lebih sederhana karena developer  tidak perlu mengonfigurasi server atau infrastruktur lainnya. Ini juga memungkinkan integrasi dan deployment aplikasi yang lebih cepat. 
  1. Reliabilitas dan Keamanan
    Penyedia cloud bertanggung jawab atas pengelolaan dan pemeliharaan server, termasuk pembaruan keamanan dan patch. Dengan demikian, aplikasi yang dibangun di atas infrastruktur serverless sering kali lebih aman dan lebih andal karena penyedia cloud menangani banyak masalah terkait infrastruktur dan keamanan.
  1. Pengurangan Beban Operasional dan Administratif 
    Karena infrastruktur dan pemeliharaan dikelola oleh penyedia layanan cloud, pengembang dan tim IT dapat mengurangi beban operasional dan administratif. Tidak ada lagi waktu yang dihabiskan untuk pemeliharaan server, pembaruan perangkat lunak, atau pengelolaan kapasitas.

Kekurangan dan Tantangan Serverless Computing

Meskipun serverless computing menawarkan banyak keuntungan, seperti skalabilitas otomatis dan penghematan biaya, ada beberapa kekurangan dan tantangan yang perlu dipertimbangkan oleh organisasi sebelum mengadopsi model ini. Berikut adalah beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam penggunaan serverless computing:

  1. Waktu Respons yang Lebih Lambat (Cold Start) 
    Salah satu tantangan dalam serverless computing adalah cold start. Ini terjadi ketika fungsi pertama kali dipanggil setelah periode tidak aktif. Karena penyedia cloud perlu menyiapkan server untuk menjalankan fungsi tersebut, waktu respons bisa lebih lama pada saat pertama kali digunakan, yang dapat mempengaruhi kinerja aplikasi secara keseluruhan.
  1. Pemrograman yang Lebih Kompleks 
    Meskipun serverless computing menghilangkan banyak beban infrastruktur, pemrograman aplikasi dalam model ini bisa lebih kompleks. Fungsi yang digunakan dalam serverless computing cenderung lebih kecil dan terisolasi, yang memerlukan pendekatan pengembangan yang berbeda dibandingkan aplikasi tradisional yang berjalan pada server yang selalu aktif.
  1. Pengelolaan Status dan Penyimpanan 
    Karena setiap fungsi berjalan secara terisolasi dan tidak mempertahankan status antara eksekusi, pengelolaan status dalam aplikasi serverless bisa menjadi tantangan. Developer seringkali perlu menggunakan layanan tambahan seperti database atau penyimpanan cloud untuk menyimpan status aplikasi atau data antara panggilan fungsi.
  1. Bergantung pada Penyedia Cloud 
    Dalam serverless computing, Anda sangat bergantung pada penyedia layanan cloud. Jika terjadi gangguan atau masalah pada penyedia cloud, aplikasi yang berjalan di atas infrastruktur mereka juga bisa terganggu. Selain itu, mengandalkan satu penyedia cloud juga dapat menimbulkan masalah terkait vendor lock-in, di mana migrasi ke penyedia lain menjadi lebih sulit.

Kapan Harus Menggunakan Serverless Computing?

Serverless computing sangat ideal digunakan dalam kasus-kasus berikut:

  • Aplikasi dengan Trafik Tidak Menentu: Aplikasi yang tidak memiliki pola trafik yang tetap, seperti aplikasi musiman atau aplikasi berbasis event, dapat memanfaatkan serverless computing untuk mengurangi biaya dan menghindari pemborosan sumber daya.
  • Microservices: Serverless computing sangat cocok untuk arsitektur mikroservices, di mana aplikasi dibangun dengan fungsi kecil yang terisolasi, memungkinkan skalabilitas dan pengelolaan yang lebih mudah.
  • Proyek Pengembangan yang Cepat: Serverless memungkinkan pengembangan aplikasi dengan waktu yang lebih cepat karena developer tidak perlu mengurus infrastruktur atau server.
  • Automatisasi dan Orkestrasi: Serverless juga ideal untuk aplikasi yang memerlukan pemrosesan event-driven atau otomatisasi tugas-tugas tertentu, seperti pengolahan file atau pemberitahuan otomatis.

Kesimpulan

Serverless computing menawarkan berbagai manfaat, termasuk penghematan biaya, skalabilitas otomatis, dan memungkinkan pengembang untuk lebih fokus pada penulisan kode aplikasi tanpa harus mengelola server. Namun, ada beberapa tantangan yang perlu dipertimbangkan, seperti waktu respons yang lebih lambat pada cold start dan kompleksitas dalam pengelolaan status aplikasi.

Meskipun ada tantangan yang perlu dihadapi, untuk aplikasi yang membutuhkan fleksibilitas dan pengelolaan biaya yang efisien, serverless computing bisa menjadi pilihan yang sangat menarik. Dengan semakin berkembangnya teknologi cloud, serverless computing diharapkan akan semakin berkembang dan menjadi lebih umum digunakan di berbagai industri.

Pengalaman Luar Biasa menanti Anda!

Tertarik dengan layanan kami? Silahkan kontak kami! Tim kami akan segera menghubungi anda dan menyediakan solusi yang optimal untuk setiap kebutuhan anda

Kontak kami