Industri keuangan merupakan salah satu sektor yang paling rentan terhadap ancaman siber. Dengan data sensitif yang dikelola, seperti informasi pribadi nasabah, transaksi keuangan, dan data bisnis penting lainnya, menjaga keamanan siber menjadi suatu keharusan. Dalam rangka melindungi data dan operasi penting, implementasi Cyber Security yang menyeluruh sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dan kepercayaan di sektor ini.
Artikel ini akan mengulas berbagai komponen yang perlu dipertimbangkan dalam merancang strategi keamanan siber untuk industri keuangan, dengan fokus pada sistem yang dibagi menjadi beberapa lapisan untuk melindungi perimeter, jaringan, endpoint, aplikasi, dan data.
Serangan Cyber dalam Dunia Keuangan Indonesia
Serangan siber di sektor industri keuangan di Indonesia telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan berkembangnya teknologi digital dan semakin kompleksnya ancaman yang dihadapi oleh lembaga-lembaga keuangan. Beberapa data terkait serangan siber di sektor ini mencakup berbagai jenis ancaman, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah mitigasi yang diterapkan.
Dalam hal ini, Tim Leyun Asia berusaha untuk meriset industri apa saja yang dapat berindikasi dalam menerima serangan dan kerugian yang dialami dalam sektor keuangan Indonesia, Berikut adalah tabel yang merangkum data terkait serangan siber di industri keuangan di Indonesia, termasuk nama industri dan jenis serangan yang umum:
| Nama Industri | Jenis Serangan | Deskripsi Serangan |
|---|---|---|
| Perbankan | Phishing | Serangan yang mencoba untuk mencuri informasi sensitif seperti kredensial login melalui email atau pesan palsu. |
| Perbankan | Ransomware | Serangan yang mengenkripsi data bank dan meminta tebusan untuk mendekripsinya, mengganggu operasional bank. |
| Perbankan | DDoS (Distributed Denial of Service) | Serangan untuk mengebom situs web atau layanan online bank agar tidak dapat diakses, sering digunakan sebagai pengalihan saat melakukan pencurian data. |
| Perbankan | Malware dan Trojan | Software berbahaya yang digunakan untuk mendapatkan akses ilegal ke sistem bank dan mencuri data atau uang. |
| Lembaga Keuangan | Phishing | Menggunakan email atau situs web palsu untuk mengelabui pelanggan agar memberikan informasi pribadi dan data akun. |
| Lembaga Keuangan | Ransomware | Data atau sistem yang dikunci oleh peretas dan meminta tebusan agar data dapat dipulihkan. |
| Lembaga Keuangan | DDoS (Distributed Denial of Service) | Serangan untuk membuat layanan keuangan (seperti aplikasi mobile) tidak dapat diakses dengan cara membanjiri server dengan trafik palsu. |
| Asuransi | Phishing | Serangan untuk mendapatkan informasi pribadi nasabah, termasuk nomor kartu kredit atau nomor polis asuransi. |
| Asuransi | Malware | Penggunaan perangkat lunak berbahaya untuk mengakses sistem asuransi dan mencuri data sensitif, seperti data medis atau data polis. |
| Sektor Pembayaran Digital | Phishing | Penipuan yang menargetkan pengguna sistem pembayaran online untuk mencuri data sensitif, seperti nomor rekening dan kode otentikasi. |
| Sektor Pembayaran Digital | Ransomware | Aplikasi pembayaran digital yang diserang untuk mengenkripsi data transaksi dan meminta tebusan. |
| Sektor Pembayaran Digital | DDoS | Menyerang platform pembayaran dengan serangan DDoS untuk menghentikan akses pelanggan dan merusak operasi sistem pembayaran. |
Berikut adalah tabel yang kami rangkum berdasarkan pencarian google dan bantuan AI, ini adalah kerugian yang dialami oleh brand-brand besar di sektor keuangan Indonesia, akibat serangan siber yang mereka alami, beserta jenis serangan dan estimasi kerugian yang terkait:
| Industri/Brand | Jenis Serangan | Kerugian yang Dialami |
|---|---|---|
| Bank Mandiri (2020) | Phishing, DDoS | Estimasi Kerugian: Biaya pemulihan sistem, kerugian akibat transaksi tidak sah, kerugian reputasi. Meskipun tidak diumumkan secara publik, kerugian diperkirakan mencapai USD 2,7 juta atau lebih. |
| Bank Rakyat Indonesia (BRI) (2021) | DDoS | Estimasi Kerugian: Gangguan layanan internet banking, kerugian akibat pembatalan transaksi dan penurunan kepercayaan nasabah. Kerugian finansial tidak diumumkan secara terbuka. |
| OVO (E-Wallet) (2020) | Phishing, Data Breach | Estimasi Kerugian: Kerugian finansial akibat pencurian dana nasabah melalui transaksi tidak sah dan biaya pemulihan sistem. Kerugian reputasi yang berpotensi menurunkan jumlah pengguna. |
| Kredivo (Fintech) (2020) | Data Breach, Phishing | Estimasi Kerugian: Kerugian langsung melalui pencurian data nasabah, biaya pemulihan keamanan, dan kerugian reputasi. Estimasi biaya breach bisa mencapai USD 3,86 juta menurut Ponemon Institute. |
| Prudential Indonesia (Asuransi) (2020) | Phishing, Malware | Estimasi Kerugian: Kerugian finansial akibat kebocoran data nasabah, biaya pemulihan, dan kerugian reputasi. Asuransi memiliki kerugian yang lebih besar akibat hilangnya kepercayaan nasabah. |
| Allianz Indonesia (Asuransi) (2020) | Malware, Phishing | Estimasi Kerugian: Pencurian data nasabah (polis asuransi), biaya pemulihan, kerugian reputasi yang besar. Kerugian dapat mencapai USD 2 juta – 3 juta dalam biaya pemulihan dan denda. |
| GoPay (E-Wallet) (2020 – 2021) | Phishing, Malware | Estimasi Kerugian: Pencurian dana pengguna, biaya pemulihan, dan pengurangan jumlah pengguna aktif. Kerugian reputasi dapat menurunkan kepercayaan konsumen secara signifikan. |
| Modalku (Fintech) (2020) | Data Breach, Phishing | Estimasi Kerugian: Kerugian dari akses tidak sah ke data nasabah dan biaya untuk memperbaiki celah keamanan. Kerugian finansial dan reputasi yang dapat mengurangi kepercayaan pengguna. |
| Mandiri Sekuritas (2020 – 2021) | DDoS | Estimasi Kerugian: Gangguan pada platform trading, pengurangan transaksi, biaya pemulihan. Kerugian reputasi mungkin berdampak pada penurunan volume perdagangan. |
Tips Lengkap untuk Amankan Industri Keuangan

Setalah kami membahas terkait dengan serangan siber dalam industri keuangan, berikut ini adalah rekomendasi dan tips-tips yang bisa dilakukan untuk antisipasi terkait dengan serangan siber :
1. Cek, Perimeter Security adalah garis pertahanan pertama dalam keamanan siber. Perimeter Security berfokus pada perlindungan di luar jaringan internal suatu organisasi. Di lapisan ini, ancaman yang mencoba masuk ke dalam jaringan atau sistem dapat dideteksi dan diblokir.
Beberapa komponen utama dalam perimeter security adalah:
- Malware Analysis: Analisis untuk mendeteksi malware atau perangkat lunak berbahaya yang dapat menyerang sistem.
- Intrusion Detection/Prevention Systems (IDS/IPS): Sistem yang mendeteksi dan mencegah upaya intrusi ke dalam jaringan.
- Email Security: Perlindungan terhadap ancaman yang datang melalui email, seperti phishing dan malware.
- Firewall: Perlindungan terhadap trafik jaringan yang mencurigakan dan upaya akses tidak sah.
2. Network Security: Network Security mengacu pada perlindungan jaringan internal dan eksternal yang digunakan oleh organisasi untuk menghindari akses tidak sah dan serangan siber.
Keamanan jaringan memastikan bahwa data yang dikirimkan melalui jaringan aman dari gangguan dan penyadapan. Beberapa strategi yang digunakan dalam network security untuk industri keuangan meliputi:
- Message Security: Enkripsi dan proteksi terhadap komunikasi data yang terjadi melalui pesan.
- Mobile Security: Perlindungan terhadap perangkat mobile yang digunakan untuk mengakses data sensitif.
- Network IDS/IPS: Sistem untuk mendeteksi dan mencegah ancaman pada level jaringan.
- Personal Firewall: Alat perlindungan tambahan untuk perangkat individu yang mengakses jaringan.
3. Endpoint Security memiliki arti Perlindungan pada Setiap Titik Akses. Endpoint security bertujuan untuk melindungi perangkat yang terhubung ke jaringan, seperti komputer, ponsel, dan server. Dalam sektor keuangan, endpoint security sangat penting untuk melindungi data yang diproses di perangkat klien dan pengguna. Beberapa elemen utama dalam endpoint security adalah:
- Endpoint Security Software: Alat yang dipasang di perangkat untuk mendeteksi dan mencegah ancaman.
- Data Loss Prevention (DLP): Sistem yang mencegah kehilangan atau kebocoran data sensitif.
- Web Program Content Filtering: Pembatasan akses ke situs web yang tidak aman untuk mencegah ancaman dari luar.
4. Application Security adalah Keamanan aplikasi yang artinya berkaitan dengan database yang ada didalam aplikasi, hal ini menjadi sangat penting dalam industri keuangan karena aplikasi yang digunakan untuk transaksi dan pengelolaan data keuangan harus bebas dari kerentanannya. Beberapa langkah untuk mengamankan aplikasi antara lain:
- Database Security: Perlindungan terhadap database yang menyimpan informasi keuangan penting.
- Application Testing: Pengujian aplikasi untuk menemukan dan memperbaiki kerentanannya sebelum aplikasi digunakan.
- Virus Protection: Perlindungan terhadap virus dan perangkat lunak berbahaya lainnya yang bisa menginfeksi aplikasi.
5. Data Security /Keamanan data adalah inti dari setiap strategi keamanan siber dalam industri keuangan. Dalam sektor ini, perlindungan data mencakup lebih dari sekadar pengamanan fisik, tetapi juga enkripsi dan pengendalian akses yang ketat. Langkah-langkah penting untuk data security meliputi:
- Data Encryption: Penggunaan enkripsi untuk melindungi data selama transmisi dan penyimpanan.
- PKI (Public Key Infrastructure): Sistem untuk mengelola kunci enkripsi dan memastikan integritas komunikasi.
- Security Policies: Kebijakan yang mengatur siapa yang dapat mengakses data sensitif dan bagaimana data harus dikelola.
6. Prevention / Pencegahan Ancaman Sebelum Terjadi Dalam industri keuangan adalah bentuk yang berfokus pada pencegahan dan pada perlindungan proaktif terhadap aset dan data sensitif. Beberapa komponen yang terlibat dalam pencegahan adalah:
- Security Architecture & Design: Perancangan arsitektur sistem yang aman untuk mencegah potensi ancaman.
- Risk Management Framework: Kerangka kerja untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko yang dapat mempengaruhi keamanan.
7. Monitoring & Response:Pemantauandan Tanggapan terhadap Insiden
Setelah pencegahan, pemantauan dan respons terhadap insiden yang mungkin terjadi sangat penting untuk memastikan bahwa sistem tetap aman. Monitoring & response mencakup:
- Security Management: Manajemen untuk memastikan bahwa kebijakan keamanan diterapkan dan dipatuhi.
- Incident Response Team (CIRT): Tim yang siap merespons segera apabila terjadi pelanggaran keamanan.
- Cross Domain Solutions: Solusi keamanan yang menghubungkan sistem berbeda untuk memantau dan merespons ancaman secara efisien.
8. Security Compliance:Kepatuhan terhadap Regulasi Keamanan
Industri keuangan dihadapkan pada sejumlah regulasi dan kebijakan yang harus dipatuhi terkait dengan keamanan data dan privasi. Beberapa langkah yang termasuk dalam keamanan kepatuhan adalah:
- Security Policy Compliance: Memastikan bahwa semua kebijakan dan prosedur keamanan diikuti dengan ketat.
- Advanced Threat Detection: Menggunakan teknologi canggih untuk mendeteksi ancaman yang lebih kompleks.
Kesimpulan:
Dalam industri keuangan, setiap lapisan keamanan memiliki peran yang sangat penting untuk melindungi data sensitif dan menjaga operasional yang stabil. Penerapan Cyber Security yang komprehensif, yang mencakup perimeter security, network security, endpoint security, dan data security, sangat penting untuk melindungi institusi keuangan dari ancaman yang semakin canggih. Melalui pencegahan yang tepat, pemantauan yang terus menerus, dan respons yang cepat terhadap insiden, organisasi dapat menjaga kepercayaan nasabah dan memastikan kelangsungan bisnis.
Dengan strategi yang tepat, perusahaan di sektor keuangan dapat menghadapi tantangan keamanan siber dengan lebih percaya diri dan melindungi aset serta data kritis mereka dari ancaman yang ada.





